Sutris dan Aan Pasang Tenda Pernikahan di Sukomanunggal
Di sebuah pagi yang cerah di Sukomanunggal, dua sahabat karib, Sutris dan Aan, sedang bersiap untuk memasang tenda pernikahan di halaman sebuah rumah besar. Mereka sudah berpengalaman dalam memasang tenda dan dekorasi acara, tetapi setiap proyek selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Kali ini, mereka harus memasang tenda lengkap dengan dekorasi, sound system, meja, kursi, dan lampu untuk pernikahan putri dari Pak Darto, seorang tokoh masyarakat setempat.
Sutris: Sambil menurunkan tiang tenda dari truk "Aan, kita harus gerak cepat hari ini. Cuaca cerah, tapi siapa tahu nanti berubah. Kalau hujan datang, bisa repot kita!"
Aan: Menatap langit "Iya, betul juga. Lagian ini acara besar, tamunya katanya ratusan orang. Tenda harus kuat dan rapi, jangan sampai roboh atau bocor!"
Sutris: "Betul! Pak Darto juga bilang, ini pernikahan anak pertama, jadi dia pengen yang terbaik. Kita kasih yang terbaik juga, biar nama kita makin dikenal!"
Mereka mulai memasang kerangka tenda, mengangkat besi-besi panjang dan menyusunnya satu per satu. Terik matahari mulai terasa, tapi mereka tetap semangat. Beberapa pekerja lain juga membantu mengencangkan sambungan tenda agar kuat dan kokoh.
Aan: Mengencangkan baut dengan kunci pas "Sutris, tadi Pak Darto bilang nggak mau tenda warna putih polos, tapi pengen ada kombinasi emas di dalamnya. Gimana kalau kita pakai kain tambahan biar lebih mewah?"
Sutris: "Wah, ide bagus tuh. Kita pakai kain gold di bagian tengah, kasih efek drapery yang melengkung ke bawah. Pasti keren!"
Aan: "Sip! Nanti aku yang atur kainnya. Kamu bisa mulai atur posisi panggung pelaminan."
Mereka bekerja dengan cekatan. Sutris mulai menata panggung pelaminan di bagian tengah tenda, memastikan posisinya pas dengan akses masuk. Sementara Aan mulai menggantung kain emas di bagian dalam tenda, menciptakan efek elegan yang diinginkan oleh Pak Darto.
Sutris: Melihat hasil dekorasi Aan "Wah, ini baru mewah! Nanti kita tambahin lampu gantung di tengah biar makin mantap."
Aan: "Nah, bener tuh! Nanti aku pasang lampu-lampu kecil di sepanjang kain juga, biar kalau malam kelihatan romantis."
Selesai dengan dekorasi utama, mereka lanjut memasang meja dan kursi untuk tamu. Meja-meja bundar dengan taplak putih bersih mulai disusun rapi, sementara kursi-kursi diberi hiasan pita emas sesuai tema pernikahan. Di sisi lain, tim sound system mulai mengangkut peralatan mereka.
Aan: "Sutris, gimana kalau kita bantu anak-anak sound system juga? Mereka lagi sibuk narik kabel, kayaknya bakal lama kalau nggak dibantu."
Sutris: "Ayo, kita bantu sekalian. Sound system ini penting, apalagi nanti ada hiburan live musik juga!"
Mereka berdua ikut membantu tim sound system memasang speaker di beberapa titik strategis, memastikan suara bisa terdengar jelas tanpa terlalu keras atau pecah. Mixer audio pun sudah siap di tempat, lengkap dengan mikrofon untuk MC dan penyanyi yang akan mengisi acara.
Berikut tambahan 900 kata untuk melengkapi bagian "Sound System dan Penyempurnaan Akhir":
Aan: Melihat ke arah panggung pelaminan "Sutris, tadi kita udah cek volume buat area tamu, tapi gimana kalau kita coba juga dari panggung? MC dan penyanyi kan bakal banyak ngomong dari sana."
Sutris: Mengangguk "Bener juga. Aku ke sana dulu ya, coba ngomong pakai mikrofon."
Sutris naik ke panggung, mengambil salah satu mikrofon nirkabel, dan mulai berbicara ke arah pengeras suara.
Sutris: "Tes, tes, satu dua, satu dua... Halo, para hadirin yang berbahagia..." Suara terdengar cukup jernih, tapi sedikit bergema di bagian belakang tenda.
Aan: "Kayaknya ada pantulan suara di belakang, ya? Mungkin karena tenda ini lebih tinggi dari biasanya."
Teknisi Sound System: Memeriksa mixer "Iya, Mas. Aku bisa atur equalizer-nya biar gema nggak terlalu terasa. Coba lagi, Mas Sutris."
Sutris kembali berbicara ke mikrofon, dan kali ini suaranya lebih fokus dan tidak bergema.
Sutris: "Nah, ini baru enak didengar. Jangan lupa juga, nanti buat volume musik latarnya, nggak boleh terlalu kenceng biar nggak ganggu obrolan tamu."
Teknisi Sound System: "Siap, Mas. Nanti kita atur sesuai suasana acara."
Memastikan Tata Cahaya dan Atmosfer Acara
Dengan sound system yang sudah berfungsi optimal, Aan dan Sutris beralih ke penyempurnaan tata cahaya. Mereka ingin memastikan bahwa pencahayaan bisa menciptakan suasana yang hangat dan elegan, sesuai dengan keinginan keluarga pengantin.
Aan: Menunjuk ke bagian tengah tenda "Sutris, gimana kalau kita taruh lampu sorot di bagian pelaminan? Biar lebih terang dan fotonya nanti bagus."
Sutris: "Setuju! Tapi jangan terlalu silau juga, nanti pengantinnya kepanasan. Kita pakai lampu warm white aja, lebih soft."
Mereka mulai memasang lampu gantung utama di tengah tenda, lalu mengatur pencahayaan tambahan di beberapa sudut. Setelah semua menyala, suasana tenda menjadi lebih hidup. Warna emas dan putih dari dekorasi terlihat semakin elegan berkat pantulan cahaya yang tepat.
Aan: "Coba kita matikan lampu utama, nyalain cuma lampu kecil di kain dekorasi."
Sutris mematikan lampu utama, menyisakan hanya cahaya dari lampu-lampu LED kecil yang menyebar di sepanjang kain dekorasi.
Sutris: "Wah, romantis banget! Kalau nanti acara sudah agak malam, ini pasti bikin suasana lebih hangat."
Aan: "Iya, kayak di pernikahan ala ballroom hotel gitu. Padahal kita di tenda!"
Mengecek Rute Masuk dan Keluar Tamu
Setelah pencahayaan selesai, mereka memastikan alur masuk dan keluar tamu tidak terhambat. Mereka mengecek jalan yang akan dilalui tamu dari parkiran menuju tenda.
Aan: "Sutris, jalur masuk tamu dari parkiran udah rapi belum?"
Sutris: "Udah, tapi kita tambahin lampu kecil di jalan masuk biar tamu nggak kesandung pas malam nanti."
Mereka memasang beberapa lampu taman di sepanjang jalan masuk ke tenda. Setelah selesai, mereka berjalan menyusuri jalur yang akan dilewati tamu untuk memastikan semuanya nyaman dan aman.
Aan: "Sip! Ini udah enak banget. Tamu masuk lewat sini, langsung ke area tamu, terus ada jalur khusus buat keluarga inti ke panggung."
Mengecek Kesiapan Panggung Hiburan
Di sisi lain tenda, panggung hiburan juga mulai disiapkan. Sebuah band akan mengisi acara nanti malam dengan musik live. Aan dan Sutris memastikan semua peralatan sudah siap.
Aan: "Bang, udah dicek kabel-kabelnya? Jangan sampai pas manggung ada yang copot."
Teknisi Band: Memeriksa kabel-kabel di sekitar panggung "Udah aman, Mas. Kita juga udah setting alat musiknya. Nanti tinggal sound check sebelum acara dimulai."
Sutris: "Oke, kalau ada masalah nanti, langsung kabarin kita ya. Kita standby di sekitar sini."
Keluarga Pengantin Mengecek Persiapan
Beberapa saat kemudian, keluarga pengantin datang untuk mengecek persiapan. Pak Rudi, ayah pengantin, bersama istrinya berjalan mengitari tenda, melihat hasil dekorasi dan persiapan lainnya.
Pak Rudi: Tersenyum puas "Masya Allah, luar biasa! Saya nggak nyangka bakal sebagus ini. Warna emasnya pas, lampunya juga cantik banget."
Bu Rudi: Mengamati detail dekorasi "Ini lebih bagus dari yang saya bayangkan. Bener-bener kayak di hotel!"
Sutris: "Alhamdulillah, Pak, Bu. Kami berusaha kasih yang terbaik buat acara ini."
Aan: "Kalau ada yang kurang atau mau ditambah, silakan kasih tahu aja."
Pak Rudi: "Nggak ada yang kurang, sudah sempurna! Tapi saya minta satu tambahan kecil. Bisa nggak dipasang satu kipas angin di dekat panggung? Biar nanti pengantin nggak kepanasan pas acara berlangsung."
Sutris: "Bisa, Pak! Kita langsung pasang sekarang."
Mereka segera menambahkan kipas angin di dekat panggung, memastikan angin bisa mengalir dengan baik tanpa mengganggu dekorasi atau sound system.
Sentuhan Akhir dan Kepuasan Kerja
Dengan semua persiapan selesai, Sutris dan Aan melihat kembali hasil kerja keras mereka. Tenda pernikahan berdiri megah, lampu-lampu menyala dengan indah, meja dan kursi tertata rapi, serta panggung pelaminan tampak elegan.
Aan: Mengelap keringat "Fiuh, akhirnya selesai juga! Gimana, Sutris?"
Sutris: Menatap tenda dengan bangga "Ini salah satu pemasangan terbaik kita. Rasanya puas banget lihat hasilnya!"
Aan: "Iya, semoga acara besok sukses besar!"
Sutris: "Pasti! Kalau acara berjalan lancar, nama Tenda Suwur makin dikenal orang!"
Mereka tersenyum puas, menikmati momen kecil setelah seharian bekerja keras. Kini tinggal menunggu acara dimulai, melihat tamu-tamu menikmati pernikahan yang telah mereka siapkan dengan penuh dedikasi.
Sutris: "Iya, ini bakal jadi acara yang megah! Udah hampir selesai, tinggal pasang lampu gantung di tengah tenda."
Mereka memasang lampu gantung kristal di tengah tenda, memberi kesan elegan dan mewah. Setelah semua siap, mereka melihat kembali hasil kerja keras mereka.
Pak Darto: Datang mendekat "Wah, luar biasa! Saya nggak nyangka bakal sebagus ini. Terima kasih ya, Sutris, Aan!"
Sutris: "Sama-sama, Pak! Yang penting acara nanti sukses dan tamu-tamu nyaman."
Aan: "Iya, Pak Darto. Kalau ada yang kurang atau mau ditambah, kasih tahu aja!"
Pak Darto: "Nggak ada yang kurang, semuanya sempurna! Kalian benar-benar profesional!"
Mereka tersenyum puas. Setelah seharian bekerja keras, hasilnya benar-benar sepadan. Kini tinggal menunggu acara dimulai, melihat para tamu menikmati pernikahan di bawah tenda yang telah mereka pasang dengan penuh dedikasi.
Bagaimana menurutmu? 😊